Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah resmi mengumumkan penetapan awal bulan Rabi’ul Awal 1448 Hijriyah. Berdasarkan hasil rukyatul hilal yang diselenggarakan pada Kamis Pahing, 29 Shafar 1448 H / 13 Agustus 2026 M, awal bulan Rabi’ul Awal 1448 H ditetapkan jatuh pada Jumat Pon, 14 Agustus 2026 M (dimulai sejak malam Jumat)
Berdasarkan Hasil Rukyatul Hilal
Lembaga Falakiyah PBNU menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan rukyatul hilal di sejumlah titik lokasi di Indonesia, terdapat lokasi yang berhasil melihat hilal (rukyah). Atas dasar laporan tersebut, maka umur bulan Shafar 1448 H genap 29 hari.
LF PBNU juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus, para perukyah, serta warga Nahdliyin yang telah berkontribusi aktif dalam pelaksanaan ibadah rukyatul hilal kali ini.
Imbauan Menyebarluaskan Pengumuman
Jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU se-Indonesia, termasuk tingkat MWC hingga Ranting, diharapkan bertindak aktif untuk menyebarluaskan pengumuman ini kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas di wilayahnya masing-masing.

Doa Memasuki Bulan Rabi’ul Awal
Seiring masuknya bulan Rabi’ul Awal 1448 H—bulan mulia kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi)—mari kita amalkan doa yang dianjurkan oleh Lembaga Falakiyah PBNU berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذَا الشَّهْرِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَحْشَرِ
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini. Kami berlindung kepada-Mu dari buruknya takdir dan buruknya mahsyar.”
Redaksi MWCNU Ciomas
Merawat Jagat Membangun Peradaban